Kami sekeluarga pergi berlibur ke Pelabuhan Ratu (thanks to bu win ) … berangkat tidak terlalu mengalami kendala karena hari kerja jadi perjalanan menuju lokasi tidak terlalu macet, hanya sedikit padat merayap di sekitar sukabumi. Perjalanan yang cukup melelahkan itu (sekitar 4-5 jam) nyatanya terobati begitu kami memasuki kota Pelabuhan Ratu tepatnya ketika melewati tempat pelelangan ikan, dari situ mulai terlihat laut yang indah itu, apalagi akmal dan aya yang baru kali pertama melihat laut begitu excitednya.
Sore itu hujan turun terus menerus membuat kami memutuskan untuk beristirahat saja di hari pertama kami tiba di Pelabuhan Ratu.
Inilah tempat kami menginap selama di Pelabuhan Ratu
Hari kedua, sesudah sarapan pagi, kami langsung ‘cabut’ naik angkot pergi ke tempat pelelangan ikan … Turun dari angkot kita jalan-jalan dulu menyusuri kotanya
Dan inilah tempat pelelangan ikan yang kita tuju
Kapan lagi kan mencoba ikan yang betul-betul fresh diambil dari laut, wuih rame banget deh … ikannya juga unik-unik, ada beberapa yang tidak kita dapatkan bila mencarinya di pasar tradisional di sekitar rumah. Ini foto akmal disamping lobster warna/i yang harga satuannya mencapai Rp100rb-an. Lihat besar betul ya tu lobster, belum lagi ikan-ikan lainnya yang ukurannya big size (umi dong … hihi ).
Sekalian kita numpang ambil gambar di atas kapal nelayan (narsis.com … )
Segera setelah mendapatkan 1 kg udang ukuran besar seharga Rp65.000,00/kg, langsung kita menuju ke ‘next destination’ a.k.a. Karang Hawu. Sempat ada kejadian menjengkelkan ketika kita mau naik angkot dari terminal pelabuhan ratu (naik angkot Pel. Ratu – Cisolok). Entah kenapa tiba-tiba aya nangis tidak mau naik angkot yang ngetem di posisi terdepan itu dan jadilah kita semua turun ga jadi naik angkot itu dan berusaha menenangkan aya dengan mengajaknya pergi membeli minuman di warung dekat terminal. Yang menyebalkan adalah ternyata angkot yang semula kita naiki itu masih saja mengharapkan tepatnya memaksa kita untuk naik angkot itu padahal itu angkot udah terisi beberapa penumpang yang kalo kita paksain naik juga pasti bakal sesak … dan padahal juga abi sudah berkali-kali bicara sama calo penumpang disitu kalo kita tidak mau naik angkot itu. Akhirnya kita naik angkot berikutnya dan angkot disana itu emang ya ga mau rugi menyisakan 1 saja kursi tersisa, jadi kalau itu angkot belum penuh ya belum mau berangkat dan penuhnya angkot itu lamanya bisa menghabiskan waktu, makanya banyak yang tidak sabar menunggu angkot ngetem memilih untuk naik ojek. Untungnya anak-anak bisa sabar selama menunggu angkot itu jalan ..
Akhirnya tiba deh kita di Karang Hawu, salah satu lokasi di Pelabuhan Ratu yang banyak dikunjungi wisatawan … tapi karena kita kesana bukan saat weekend, jadi tidak terlalu ramai.
Catat: Inilah kali pertama Akmal dan Aya turun ked an bermain di laut … tanggal 21 Mei 2009, biasanya kan main airnya cuma di kamar mandi atau di kolam renang aja
Hari ketiga lagi-lagi kita pergi lagi ke karang hawu, sebetulnya kalo ada mobil kita bias pergi ke obyek-obyek wisata di sekitarnya seperti ke ujung genteng (yang katanya banyak penyunya) dan lain-lain, tapi karena keterbatasan transportasi dan waktu, better ke karang hawu saja lah tempat yang udah kita tau kan. Kebetulan tidak jauh dari penginapan kita ada turnamen surfing Cimaja 2009, jadi kita nonton dulu deh kehebatan para ‘….’ (sebutan utk orang yang ahli surfing apa ya? Surfer?)
Baru deh kita main lagi di karang hawu
And here is the pic
Sebelum pulang, mampir dulu ah ke warung, makan siang dulu … laper nech. Menu Ikan bawal bakar 2 ekor, ayam bakar 1 potong, cah kangkung 1 porsi, 3 teh botol es, dan 2 es kelapa muda, yummy …
Oh iya ini adalah sebagian aktivitas kalo sedang berada di rumah penginapan:
Nonton TV (karena ada cartoon network, Disney, nickledeon, dan saluran khusus anak lainnya, anak-anak betah banget di depan TV … kalo di rumah kan tontonan terbatas )
Membaca buku atau kirim email di hp atau nge-net (abi nech …)
Bermain … pas banget di belakang rumah ada ayunan dan papan jungkat-jungkit …
Memasak
Ini mah bagiannya ayu atau umi …
Nah selanjutnya setelah shalat Ashar dan setelah selesai berkemas-kemas, kita pulang deh ke Kota Depok tercinta. Liburan ini semakin lengkap saat dalam perjalanan pulang dari dalam bis kami melihat ada pelangi di langit yang biru … lucunya waktu umi ngasih tau aya ada pelangi eh aya malah nunjuk warung/toko yang dinding luarnya dicat warna/i seperti pelangi (kalo ga salah iklan salah satu penyedia jasa provider/IM3) then umi bilang “itu emang warna/I tapi bukan yang itu, coba aya lihat di langit, lihat ga pelanginya?” … setelah itu baru deh ade aya mendongak ke atas ke arah langit dan mengangguk “warnanya apa aja mal?” … akmal langsung menyebutkan warna yang dilihatnya 1 per 1 “merah, kuning, hijau, orange” .. hehe ada orangenya … So, sekarang setiap kali mereka menyanyikan lagu pelangi yang dibayangkan bukan lagi pelangi yang ada di film “Dora the explorer” lagi …
Jadi catatan bersejarah: kapan pertama kali akmal dan aya melihat langsung pelangi di langit? Jawab: tanggal 22 Mei 2009 sekitar pukul 4 sore saat hujan rintik-rintik …. Lengkap kan sayangnya kameranya ngadat ga mau motret momen bersejarah itu karena kemasukan pasir … dan baterainya juga sudah mau koit.
Note:
- Kalo mau ke Pelabuhan Ratu bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri seperti halnya yang kami lakukan, pertama dari rumah naik kendaraan umum ke Bogor, bisa kereta api atau bis atau kalo orangnya banyak dan ga mau ribet karena bawa anak-anak naik aja Taxi (tariff bawah, depok – terminal bis baranang siang Rp100rb). Dari terminal Baranang Siang ini naik MGI jurusan Pelabuhan Ratu (rute: Bogor – Pelabuhan Ratu) ada 2 pilihan AC dan Ekonomi, kemarin kami naik ekonomi yang harga karcisnya Rp20.000,00/org … termasuk murah bila melihat jauhnya perjalanan yang dilalui bis MGI ini, palagi jalannya belak/ok. Oh iya kebetulan supir MGI yang kemarin kami tumpangi itu top markotob ya, karena duduk didepan jadi bisa melihat gimana hebatnya pak supir mengendarai bi situ, kayaknya dia selalu nyalip dan ga pernah disalip deh … tapi nyalipnya juga punya seni (hihi apa sih?), yah pokoknya cukup menarik sampe umi ga kepengen tidur selama di perjalanan itu.
Dari Terminal Pelabuhan Ratu pilih angkot sesuai tujuan masing-masing misal Pelabuhan Ratu – Cisolok.
- Nah angkotnya ini yang harganya mahal bila dibandingkan dengan harga angkot di Depok. Kemana-mana Goceng atau 4rb, padahal cuma selemparan sandal doang …. Atau karena kita kelihatan bukan penduduk setempat kali ya … entahlah …
- Tidak cuma motor bahkan mobilpun ngebutnya parah … hingga untuk menyebrangi jalan sempit yang hanya cukup dilalui 2 mobil berpapasan saja sudah membuat kami extra hati-hati
- Selebihnya, dengan cuaca yang cerah, pemandangan langit yang indah, bunyi ombak yang bergemuruh, membuat liburan ini berkesan untuk kami sekeluarga dan semoga di lain kesempatan dapat berkunjung kembali. Amin.
- Oh iya ada 1 lagi hikmah, karena baik di perjalanan berangkat maupun pulang umi tidak tidur, umi jadi bisa memperhatikan satu persatu kota yang dilewati termasuk salah satunya “Parungkuda, Sukabumi”. Baru nyadar ternyata rumah Pak Tjo Mulyadi, temen kerja umi di PJB, jauhnya minta ampun, ga kebayang tiap hari kerja melalui rute Gatot Subroto – Parungkuda, abis umur di jalan aja deh tuh.